Yang dulu ku pertanyakan apakah dia yg aku suka
Tapi kali ini kusadari memang kaulah orangnya
Sebelum kamu, dia begitu erat menggenggam hatiku
Tapi kulepaskan tanganya, karena kufikir bersamanya hanya akan membawa luka
Ku fikir memang kamu awal ku taruh namanya dikotak masalalu
Dan aku sadar dengan melepaskanya pelan-pelan bisa membukakan mata atas kehadiranmu yang begitu tersamarkan
Rasa cinta bergerak dengan lembut dan sangat rahasia
Tanpa sadar penghuni hati ku sudah bukan dia, tapi kamu
Bahkan untuk mencintai mu saja aku tak menemukan alasanya
Ada magnet trasparan yang selalu membuatku mendekati mu
Ada terselip suatu perasaan nyaman yang sulit ku jelaskan
Kamu yang tak pernah ku sangka-sangka, bahkan ku sangkal
Kini berada disetiap sudut fikiranku dengan kekal
Kamu coba pada ku menaruh rasa dengan hati-hati
Tapi belum jauh kau mencoba, kamu sudah melepas harapan begitu saja
Sebagian hati kadang datang menghampiriku
Berharap dapat mengisi hati ku yang telah kau lepaskan
Tapi semua itu tak menarik buat ku
Malah sering ku acuhkan
Aku menghitung hari sampai tiba waktu dimana kamu akan menemukan pilihan hati mu.
Aku percaya tentang porsi Tuhan dan porsi manusia
Porsiku setulus-tulusnya mencinta, porsiNya menempatkan yang terbaik menurutNya.
Ini bukan suatu keterlambatan, mungkin ini adalah jembatan untuk saling mendewasakan
Jika suatu saat dugaan mu salah bahwa dia yang terbaik, silahkan berbalik pada ku
Berlarilah kepada ku dan selesaikan cerita kita yang sempat terhenti
Aku akan menunggu mu di garis akhir.